TERAPI LINTAH (HIRUDO THERAPY)

Istiqomah (39)

“Robbanamaa kholaqtahada batiila”

Yang Artinya “Yaa Alloh, Tidak ada sedikitpun Yang Engkau Ciptakan itu sia-sia”

Sejarah Terapi Lintah

Dunia kedokteran Islam di zaman kekholifahan telah meninggalkan sederet peninggalan bagi peradaban modern. Salah satu peninggalan terpenting dari kedokteran Islam adalah terapi kedokteran. Para Dokter Muslim melalui kitab atau risalah yang ditulisnya telah memperkenalkan aneka teraphi untuk mengobati beragam penyakit.

Para dokter muslim di era kejayaan mencoba membuktikan Hadits Rosulullloh SAW yang menegaskan bahwa “Semua penyakit pasti ada Obatnya”.

Lewat aneka terapi yang dikembangkannya, para dokter muslim berhasil menemukan metode penyembuhan penyakit berdasarkan penyebabnya.

Beragam jenis terapi yang dikembangkan kedokteran Islam itu antara lain: aromaterapi, terapi kanker, kemoterapi, kromoterapi, hirudoterapi, parmacoterapi, pisiterapi, psikoterapi, pitoterapi, urologi, litotomi, dan terapi lainnya.

Lintah 1

Hirudoterapi (Terapi Lintah) :
Merupakan terapi penyembuhan penyakit dengan menggunakan lintah sebagai obat untuk tujuan pengobatan, yang diperkenalkan Avicenna (Ibnu Sina) dalam karyanya The Canon of Medicine.

Ibnu Sina juga mengenalkan penggunaan lintah sebagai perawatan untuk penyakit kulit dan stagnasi (penyumbatan) darah.

Terapi Lintah menjadi salah satu metode yang disukai masyarakat Eropa pada abad pertengahan.

Dalam era lebih maju, pengobatan dengan lintah diperkenalkan oleh Abd-El-Latif pada abad ke-12 M, yang menulis bahwa LINTAH dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan.

Terapi alternatif dengan lintah (Hirudo Medicialis) telah digunakan sejak abad ke 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran diabad 19, perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.

Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis dengan terapi lintah berhasil membuktikan bahwa terapi ini dapat menyembuhkan tumor tanpa kemo terapi dan pembedahan.

Kini pengobatan modern mulai melirik terapi pengobatan dengan mempergunakan lintah.
Meski binatang penghisap darah ini sering dibenci orang. Akan tetapi air liurnya sangat bermanfaat. Karena banyak terkandung antikoagulan (anti pembekuan darah). Juga zat-zat lain seperti : penisilin, anti radang dan anestesi/bius.

Di berbagai rumah sakit dan tempat praktik dokter di jerman banyak ditemukan terapi lintah untuk penyembuhan. Bahkan setiap tahun disana sekitar 250.000 ekor lintah digunakan untuk mengatasi pendarahan. Selain itu lintah juga dimanfaatkan dalam operasi plastik.

Lintah 2

Seperti apakah sang LINTAH sehingga dapat digunakan sebagai alat pengobatan?

Lintah adalah hewan dari kelompok filum Annelida Subkelas Hirudinea

Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar , dan air laut.

Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki Klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga merupakan hermaprodit.

Lintah jenis Hirudo Medicinalis yang berasal dari Eropa telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.

Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang berbentuk setengah gergaji, dihiasi sampai 100 gigi kecil
Dalam waktu 30 menit, lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml s/d kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun

IMG_20120824_134042

MANFAAT LINTAH

  • AIR LIUR nya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 65 unsur. Antara lain yaitu zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah dan mengandung penisilin.
  • Lintah mengeluarkan semacam liur (zat hirudin) yang bercampur dengan darah dan membawanya keseluruh tubuh.
    Kemudian sirkulasi darah menjadi lancar. Sehingga tubuh terasa bugar.
  • Melancarkan/menghilangkan sumbatan dan gumpalan darah yang lama terkoagulasi membentuk Plak disaluran Arteri
  • Mencairkan pembekuan darah di kepala/otak, saraf halus, saraf sensorik, saraf motorik, saraf telinga, dan retina mata.
  • Terapi ini bisa memperbaiki/menghidupkan pembuluh/jaringan saraf halus yang cedera/rusak/mati akibat penyakit/kecelakaan.
  • Melancarkan suplai oksigen dan nutrisi dalam darah. Akibat dari tidak lancarnya aliran darah dan oxsigen maka rasa sakit yang sering dirasa yaitu kesemutan, kaku, baal, panas, dingin, sampai mati rasa.

“Darah merupakan sumber energi manusia untuk hidup, bilamana darah rusak, maka berkuranglah energi serta daya tahan tubuhnya”

Lintah 3

Alhamdulillah…..Terbukti !!!

Banyak orang sembuh (dengan izin ALLAH) setelah memanfaatkan Terapi Lintah (Hirudo Medicinalis)…InshaaALLAH !!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: